Showing posts with label Life. Show all posts
Showing posts with label Life. Show all posts

Ayah



"Sesuatu yang halal lebih berkesan meskipun sedikit, dari pada menikmati  yang banyak tapi tidak dari persediaan yang pantas."

Selamat Ulang Tahun, Pak Sugeng.



Ini hari beliau ulang tahun. Katanya yang ke 36, sayang tak ada yang percaya, kebalikannya mungkin. 

Mengenal Pak Sugeng diluar sebagai pejabat BNPB menjadi kebanggaan tersendiri. Menjadi mahasiswa yang secara langsung menerima pengetahuan dari beliau. Tidak hanya mendapatkan pengetahuan yang menjadi bagian dari transfer knowladge, tapi juga pengalaman-pengalaman beliau yang dikorelasikan dengan teori-teori kebencanaan dan perubahan iklim, menjadikannya lebih aplikatif.

Isra dan Ira, Mesra Sepiring Berdua

Ini adalah tentang Ira Sulfina dan Nurul Isra Hasan, dua cucu Wadang berparas manis. Nurul adalah anak bungsu Hasan, anak pertama Wadang. Sementara Ira merupakan anak Hasballah, anak laki ketiga Wadang. Cucu Wadang itu banyak, hitungan kasarku berjumlah 25 orang. Tapi dari semua cucu, Ira dan Nurul punya keunikan tersendiri. Hal mana perlu saya tulis, sebab belum ada media yang mau meliput mereka.

Melawan Takut

Makna sesungguhnya dari keberanian adalah takut. Lalu, dengan lutut gemetar, kau terus melangkah. Ya, kau memang harus terus melangkah. Kendati takut itu mengerubungimu. Dunia akan terus bergerak, dan adalah niscaya bagi siapa pun untuk terus bergerak juga. tak mungkin kau hanya terpaku, diam di tempat hanya gegara persoalan takut yang sedang kau alami sekarang ini.


Sumber: uc.blogdetik.com

Being Merely Beautiful is not Enough

I met a beautiful and sexy woman in the gym. I do not know what her name is. I have met her for several times, but we just smile to each other occasionally. I was the first to smile to her, a wide smile, but she just smiled back reluctantly. I have been watching that beautiful woman for the last two months. Rarely do I admire people from their physical appearance.

Ajo Kawir

Setelah gagal menghabiskan pizza di mall sebelah, dia mengajak saya singgah ngopi sebelum kembali masuk kotak apartment. Katanya dia butuh kopi untuk obati perutnya yang kekenyangan. Aku tak paham logikanya. Tapi, sebagai penggila kopi, aku menurut saja mengikuti langkah malasnya ke salah satu  tower Apartemen Kalibata City, mencari tempat ngopi yang sekiranya menarik.